Susu

Kontributor: Hidden 

[APRESIASI UNTUK CERPEN ‘SUSU‘ KARYA THIYA RAHMAH]

Secangkir susu terhidang di atas meja. Berwarna putih dan berbentuk silinder mengikuti wadah kacanya; tinggi dan langsing. Uap-uap halus transparan masih berhembus di atasnya. Menandakan minuman tersebut nyaman diminum.

Di sini kita bisa melihat narasi yang menggoda bagi melihatnya. Thiya berhasil membuat sebuah alur yang membuat pembacanya terbayang-bayang akan deskripsi yang halus dan lembut. Jenis narasi ini mengingatkan saya tentang cerpen “ELENORA” karya Vinegar di kemudian, sepertinya ada satu penulis lagi yang mempunyai bakat membuat narasi yang sangat aduhai dan menggoda dalam meramu setiap kata.

“Andi, ayo minum susumu!” perintah seorang wanita paruh baya bertubuh kurus. Ia menatap Andi saat bocah tersebut tertegun menekuk wajah di depan susu jatahnya.

Dalam cerpen ini Andi adalah tokoh utamanya, sifatnya polos nan lugu dan tidak suka susu, dia tinggal di panti asuhan Penulis menjelaskan alasan Andi tidak suka susu dengan lengkap sekali dan detail mengenai hal yang tidak disukai Andi, juga pertentangan para pengasuhnya yang terus memaksa Andi untuk minum susu walaupun dia sendiri tidak ingin menegak minumannya, untuk anak yang bernama Andi yang terlihat manja dan susah diatur, hanya menuruti kemauannya saja. Padahal teman-temannya terlihat gemuk dan suka sekali susu.

Saya berkesimpulan hal yang wajar dimiliki anak-anak seusianya dan penulis lagi-lagi meramu narasi agar terlihat Andi memang hanya ingin menuruti kemauannya saja dan jiwa psikologis Andi semakin kacau karena tidak ada asupan nutrisi yang cukup di tubuhnya. Bisa dibayangkan bila si Andy memang terkena tekanan jiwa yang dalam. Penulis juga mendeskripsikan kondisi Andi yang kurus.

Andi dan Rio paling menyukai susu. Mereka senang minta tambah segelas atau dua gelas lagi kepada para pengasuh. Menghabiskannya dengan terburu-buru sampai perut mereka kembung kepenuhan.

Berat badan Andi dan Rio naik secara drastis. Rio-lah yang paling cepat. Lemak-lemak memenuhi sekujur tubuhnya. Ia jadi nampak bulat, mirip seperti babi putih yang berjalan dengan kedua kaki belakangnya. Sampai-sampai, Andi senang mengatainya gendut.

Saat pertengahan cerita, saya melihat ada cerita tambahan mengenai Andi yang benar-benar tidak menyukai susu. Di sini kita terbawa ke masa lalu dan semakin menguatkan alasan Andi tidak suka susu. Hilangnya teman dan para pengasuh yang berlakuan aneh semakin dijelaskan di sini. Namun ada ketidak-sangkaan ketika mengulas Andi yang masih polos. Penulis menjelaskan perbedaan tubuh Andi dan Roni lalu ada hal yang menarik di sini, ketika menghilangnya Roni. Andi seakan mempunyai jiwa pahlawan dalam dirinya dan mengetahui korban berikutnya siapa, itulah pendapat saya ketika membahas tingkah laku Andi yang mulai protektif. Perubahan sikap Andi membuat saya terkagum, bahkan ketika dia hendak menolong temannya yang bernama Jack yang akan dijadikan korban oleh manusia serigala. Andy tidak sengaja mendengar pembicaraan pengasuhnya mengenai manusia serigala yang terus kelaparan.

Andi ingin menolak. Tapi, mau tidak mau. Perutnya yang kelaparan sekarang memberontak minta diisi. Akhirnya, untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Andi menyentuh gelas berisi susu. Diikuti Jack, dan sekarang mereka berdua minum bersama-sama.

Selesai minum, keduanya medesah puas. Entah sudah berapa kali meminumnya, tapi baru kali ini susu itu terasa sangat enak.

Mereka berdua memang berhasil melarikan diri dan berteduh di sebuah bangunan, tetapi Hal yang membuat saya terkejut dan mendapatkan surprise ialah ketika perubahan sikap terjadi lagi pada diri Andi. Dia menjadi sesuatu yang sangat tidak mungkin dipercaya.

Tidak hanya itu, setelah meminum susu ada lagi perubahan sikap Andi dan Penulis sangat membuat pembacanya benar-benar yakin Andy suka menolong tetapi kali ini membayangkan hal yang tidak terduga dan mengirim sebuah surprise. Andy manusia serigala

Setelahnya, Andi akan duduk di teras panti asuhan. Menikmati matahari pagi sambil menatapi anak-anak gemuk yang bermain di hadapannya. Seperti hewan ternak.

Kali ini, siapa lagi ya yang akan menjadi hidangannya bulan depan?

Jebakan, itulah yang dirasakan ketika terus menilik hal yang tidak masuk akal. Yaaahh cerpen ini memang menjebak. Sosok Andy yang polos seakan tidak ada lagi ketika mengulas ini lebih dalam. Pembaca seakan tertipu dengan sikap Andy dan penulis memang membuat suatu gebrakan baru dalam seni meramu narasi cerpennya. Saya beropini bahwa penulis berusaha mengungkapkan di dalam cerpen. Seseorang yang dipenuhi tipu daya, sama seperti manusia yang luarnya baik tetapi di dalam dia busuk bagaikan sampah.

Saya sebagai pembaca memang merasa greget karena jebakan ini, sikap Andy yang berubah secara signifikan memang menjebak dan narasinya tidak pernah habis di telan perubahan Andy. Gaya bahasa penulis seperti Thiya patut diapresiasi karena pemikirannya yang tidak terduga.

Hidden
wahyuselalubegini@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s