Drama Rawon dan Secarik Kertas yang Keinjek*

Kontributor: Adhyasta D. Gaspard

[Apresiasi untuk cerpen “Cerita Tahlilan” karya M. Shofyan Dwi Kurniawan di Femina Fiction.]

 

Cerita diawali dengan suasana rumah Kumala yang dipenuhi laki-laki, lalu pindah ke dapur dengan perempuan yang memasak makanan. Terjadi pembicaraan antara Kumala si tuan rumah dengan tetangganya Bu Liesta tentang rawon, suami, siapa yang lebih menderita perempuan yang dicerai suaminya untuk kawin lagi atau ditinggal mati suaminya. Twist dengan kertas berisi nama orang-orang yang telah meninggal. Lalu diakhiri dengan Kumala yang tidak tahu apa-apa tentang Bu Liesta yang telah mengetahui apa-apa.

Tipikal cerpen Femina dengan tokoh perempuan dan masalah-masalahnya.

Hal yang bagus dalam cerpen ini mungkin idenya, yang meski dalam pandangan saya sederhana, tetapi akan sangat baik jika diolah dengan benar. Tentang seorang perempuan yang ditinggal pergi suaminya karena tidak bisa hamil, dan perempuan yang ditinggal mati suaminya setelah memberikan satu anak. Sayangnya, hasil olahan di cerpen ini tidak terlalu baik, bertolak belakang dengan rawon yang katanya lezat dalam cerita.

Dalam pembacaan saya suara narator datar, dalam artian lain tidak berkarakter, seperti pendongeng yang menggunakan nada mesin. Hal ini berimbas pada emosi tokoh dan jalinan konflik yang ingin diperlihatkan. Singkatnya, saya hampir tidak merasakan emosi apapun saat membaca cerpen ini, bahkan cenderung membosankan.

Ada satu teman saya yang mengatakan paduan konflik antara Kumala yang berusaha bersikap sopan meski sebenarnya kesal terhadap sikap tamunya, dan Bu Liesta si Tamu cukup apik, namun hanya sebatas itu. Dan saya setuju.

Saya juga merasa cerpen ini terlalu banyak menggunakan dialog yang dalam pandangan saya beberapa bagian tidak terlalu penting. Saya sadar perempuan itu sebagian besar memang suka bicara, bergosip, membicarakan satu topik berjam-jam tanpa bosan, tetapi hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk memperbanyak dialog dalam cerita yang bertokoh para perempuan. Bukankah akan lebih anggun jika masuk ke dalam pikiran mereka dan menarasikan perasaan-perasaan yang tak tampak di permukaan?

Dan lucunya—entah saya yang kurang tidur atau lagi sinting—dialog dalam cerita rasanya seperti obrolan dua tukang ojek di warung kopi mengenai istri masing-masing. Tidak ada kesan misterius, teka-teki, dan kalimat melingkar sebagaimana layaknya perempuan, langsung pada tujuan, apa adanya, terbuka, seperti obrolan para laki-laki.

Setting-nya saya rasa hampir tidak mendukung cerita yang hendak disampaikan. Saya yakin pembaca yang tidak akrab dengan lingkungan tersebut, suasana tahlilan, dan proses di dalamnya akan bertanya-tanya terutama mengenai kertas berisi nama-nama orang yang sudah mati dalam cerita. Padahal itu adalah titik penting menuju twist.

Oleh karenanya saya berani mengatakan, penggambaran tentang setting dan suasana di dalam cerita tidak terlalu baik. Kalau diibaratkan sebuah drama pentas, panggungnya ala kadarnya, yang penting pertunjukannya jalan, persetan dengan panggung. Saya yang cukup familier dengan setting dalam cerita bahkan tidak yakin dengan apa yang diceritakan narator. Penulis gagal dalam menyampaikan setting yang dapat dipercaya, apalagi menggunakannya untuk mendukung cerita.

Cerpen tentang perempuan yang ditinggal suami dengan cara berbeda, dengan narator bersuara datar, setting yang tidak terlalu meyakinkan, dan twist yang tidak terlalu kuat. Seperti rawon yang tidak terlalu enak, tetapi bukan berarti tidak bisa dimakan, dan mungkin kelak akan terasa sangat enak jika kokinya masih terus berusaha memasak rawon tersebut.

 

*diambil dari komentar salah satu kawan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s