Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang

  Kontributor: Azura [Apresiasi untuk kumpulan cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang karya Guntur Alam (penerbit Gramedia Pustaka Utama, cetakan pertama, Agustus 2015)]     “Jangan jatuh tertidur, Bujang! Bulan pucat tengah penuh. Mengembang di kelam raya. Bila kau pantang, kau akan bangun esok paginya dengan dunia pekat selama-lamanya!” –Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang, hlm. 19   … Lanjutkan membaca Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang

Madre

  Kontributor: Nycto [Apresiasi untuk cerpen “Madre” karya Dee Lestari pada bukunya, “Madre”] Madre itu tentang ibu.   Sudah sejak dulu saya tertarik untuk membeli buku ini, hanya keraguan yang menahan saya meletakkan buku ini ke atas meja kasir. Dan saya tidak menyesal telah membelinya. Saya tidak membahas keseluruhan bukunya, hanya pada salah satu cerpennya … Lanjutkan membaca Madre

Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara

Kontributor : Azura Apresiasi untuk kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri karya Bernard Batubara (penerbit Gagasmedia, cetakan pertama, 2014). Ulasan ini sebelumnya dimuat di sini. “Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Untuk hal itu, aku setuju.” –Jatuh Cinta adalah Cara … Lanjutkan membaca Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara

Drama di Telepon Umum

Kontributor: Ristirianto Adi [Apresiasi untuk cerpen 'Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta' dari kumcer 'Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta' karya Seno Gumira Ajidarma (Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2003)] “Pada sebuah telepon umum, seorang berbicara dengan wajah gelisah. ‘Katakan sekali lagi, kamu cinta padaku.'" Wanita itu berparas cantik. Siang hari itu terik. Lewat sebuah gagang telepon pada sebuah telepon umum, ia … Lanjutkan membaca Drama di Telepon Umum

Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa

Kontributor: Azura Apresiasi untuk buku antologi cerpen Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa karya Maggie Tiojakin. Ulasan ini juga dimuat DI SINI. “Katanya di tempat itu hujan tak pernah sedetik pun berhenti mengguyur. Pagi, siang, sore, malam. Hujan lebat tak ada akhir. Mereka bahkan tidak bisa tidur. Air di mana-mana.” –Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa, hlm. 195 Lantaran … Lanjutkan membaca Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa

Magnet dan Bunuh Diri

Kontributor : Nycto Apresiasi untuk CERPEN "UNDANG-UNDANG ANTIBUNUHDIRI" KARYA RIO JOHAN dalam buku kumpulan cerpen Aksara Amananunna (Kepustakaan populer gramedia, 2014) Hal pertama yang saya baca ketika membaca sebuah cerpen (juga novel) : judul. Saya pasti akan langsung membaca cerpen yang judulnya menyentil rasa ingin tahu saya. Judul yang aneh—jujur saja—lebih mudah untuk menarik para pembaca. Yap, beri … Lanjutkan membaca Magnet dan Bunuh Diri

Romansa Masuk Angin dalam Cerpen “Palaran”

Kontributor : Zeth [Apresiasi untuk cerpen "Palaran" dalam Jakarta Kafe karya Tatyana (penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, cetakan pertama, 2013)] *Palaran: Sejenis gending Jawa pengiring pagelaran wayang kulit Yen intawang ana lintang, cah ayu... Aku ngenteni tekamu. SORE cepat gelap belakangan hari, mendung sering buru-buru membekap matahari. Siang pengap terik, malamnya basah hujan. Keringat sepanjang hari, … Lanjutkan membaca Romansa Masuk Angin dalam Cerpen “Palaran”

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Kontributor : Azura Apresiasi untuk buku antologi cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi karya Eka Kurniawan. Ulasan ini juga dimuat di sini. “Kalian orang-orang tolol yang percaya pada mimpi.” –hlm. 34 Bukan saja kehilangan kekasih, tapi Sayuri pun kehilangan muka. Maya enggan berkata kalau kekasihnya pergi meninggalkannya semalam sebelum hari pernikahan mereka. Para tamu telah … Lanjutkan membaca Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi