Kunang-Kunang dan Dongeng Sebelum Tidur

Kontributor: Cita [Apresiasi untuk cerpen “Memori Kunang-Kunang” karya Hege] Berlibur ke rumah nenek (atau kakek) adalah sesuatu yang menyenangkan. Kata-kata tersebut seakan wajib menjadi judul dalam karangan anak-anak setelah liburan sekolah. Begitu pula yang dialami tokoh utama dalam cerpen ini. Adi sedang berlibur di rumah kakek. Sudah seminggu ia menghabiskan liburannya di situ. Suasana di rumah kakek … Lanjutkan membaca Kunang-Kunang dan Dongeng Sebelum Tidur

Iklan

Yang Penting Usaha

Kontributor: Cita [Apresiasi untuk cerpen "Simpul Tali yang Artistik" karya Arki Atsema]   Hidup bertetangga ada pahit manisnya. Ketidakpedulian sekaligus keingintahuan akan orang sebelah bercampur menjadi satu. Inilah salah satu dari potongan kehidupan yang ingin disampaikan penulis, Arki Atsema, dalam cerpen berjudul Simpul Tali yang Artistik. Tersebutlah ada dua orang pemuda, bernama Zul dan Marin, … Lanjutkan membaca Yang Penting Usaha

Menikmati “Lari” dalam Cerpen

Kontributor : Cita Pratiwi Apresiasi untuk cerpen "Lari" karya Kinsia  Masalah pemilihan jurusan sangat sering atau bisa dibilang pasti terjadi di kalangan anak SMA yang akan lanjut kuliah. Sebegitu seringnya masalah ini terjadi sampai-sampai dijadikan cerpen oleh penulisnya, Kinsia. Memang bukan sebagai masalah utama, melainkan mendukung isi cerita. Ishka, seorang siswi SMA tingkat akhir merupakan anak … Lanjutkan membaca Menikmati “Lari” dalam Cerpen

Tenggelam dalam Satu Pelukan di Pagi Hari

Kontributor: Cita Pratiwi [Apresiasi untuk cerpen 'Satu Pelukan Asagao' karya duniamimpigie] Salah satu cerita pendek kesukaan saya di situs kemudian.com. Bukan hanya karena saya menyukai hal-hal yang berbau Jepang, melainkan juga karena cerita ini sangat keren. Pertama kali membacanya, tak ada yang dapat saya lakukan selain terhanyut. Penceritaannya mengalir, membuat yang membaca terbawa ke dalamnya. … Lanjutkan membaca Tenggelam dalam Satu Pelukan di Pagi Hari

Ayah yang Merindukan Kabah

Kontributor : Cita Pratiwi Apresiasi untuk cerpen "Siluet Kabah" karya N. Mursidi dalam Tabloid Nova 1227/XXIV, 29 Agustus – 4 September 2011 Sebagai warga kecil yang tak punya kekuasaan apa-apa, terpaksa sang Ayah memendam nafsu sucinya untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Sudah mengikuti arisan, tak dapat giliran, dan para ahli waris orang-orang yang sudah berpulang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. “Sayangnya, arisan … Lanjutkan membaca Ayah yang Merindukan Kabah