Cantik itu Hampa, Jenderal!

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Elenora" karya Vinegar (KEMUDIAN.COM, 12 aGUSTUS 2015) "Bunuhlah saya dengan sebutir peluru atau sesendok sianida, jangan bunuh saya dengan cinta yang berasal dari perempuan tercantik di dunia." Daya pikat utama dalam cerpen ini adalah narasinya yang aduhai. Pikat-candu yang terus membuai sampai akhir kalimat. Vinegar lihai dalam meramu kata-katanya … Lanjutkan membaca Cantik itu Hampa, Jenderal!

Iklan

Magnet dan Bunuh Diri

Kontributor : Nycto Apresiasi untuk CERPEN "UNDANG-UNDANG ANTIBUNUHDIRI" KARYA RIO JOHAN dalam buku kumpulan cerpen Aksara Amananunna (Kepustakaan populer gramedia, 2014) Hal pertama yang saya baca ketika membaca sebuah cerpen (juga novel) : judul. Saya pasti akan langsung membaca cerpen yang judulnya menyentil rasa ingin tahu saya. Judul yang aneh—jujur saja—lebih mudah untuk menarik para pembaca. Yap, beri … Lanjutkan membaca Magnet dan Bunuh Diri

Ayah yang Merindukan Kabah

Kontributor : Cita Pratiwi Apresiasi untuk cerpen "Siluet Kabah" karya N. Mursidi dalam Tabloid Nova 1227/XXIV, 29 Agustus – 4 September 2011 Sebagai warga kecil yang tak punya kekuasaan apa-apa, terpaksa sang Ayah memendam nafsu sucinya untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Sudah mengikuti arisan, tak dapat giliran, dan para ahli waris orang-orang yang sudah berpulang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. “Sayangnya, arisan … Lanjutkan membaca Ayah yang Merindukan Kabah

Retorika dalam Cerpen “Blowing In The Wind”

Kontributor : Vinett Apresiasi untuk cerpen "Blowing in The Wind" karya Karta Kusumah dalam Jawa Pos, 26 Juli 2015 "Some of the biggest criminals are those that turn their heads away when they see wrong and know it’s wrong.." Begitu kata Bob Dylan ketika menjelaskan latar belakang terciptanya "Blowin' In The Wind", salah satu lagu legendaris … Lanjutkan membaca Retorika dalam Cerpen “Blowing In The Wind”

Seekor Burung dalam Kepala Seorang Istri

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Sangkar di Atas Leher" karya Adi Zamzam dalam Koran Tempo, 14 Juli 2013 Cerita dari cerpen ini bisa dibilang sederhana. Tentang seorang perempuan yang merasa ada burung berkicau dalam kepalanya, yang berusaha ia hilangkan, tetapi tak berhasil, sampai ia menemukan burung kecil yang dilelang dalam perjalanan, dan perempuan tersebut ingin membebaskan … Lanjutkan membaca Seekor Burung dalam Kepala Seorang Istri

Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Kontributor : Azura Apresiasi untuk buku antologi cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi karya Eka Kurniawan. Ulasan ini juga dimuat di sini. “Kalian orang-orang tolol yang percaya pada mimpi.” –hlm. 34 Bukan saja kehilangan kekasih, tapi Sayuri pun kehilangan muka. Maya enggan berkata kalau kekasihnya pergi meninggalkannya semalam sebelum hari pernikahan mereka. Para tamu telah … Lanjutkan membaca Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Apa yang Membuat Kita Pensiun Dini?

Kontributor : Muh. Iznaen Tanggapili Apresiasi untuk cerpen "Sepucuk Surat" karya Pamusuk Eneste dalam Kompas, 28 Desember 2003 Sering sekali sebuah cerpen yang simpel dapat dinterpretasikan lebih luas. Selain diksi yang digunakan sederhana, alur ceritanya juga tidak rumit. Dengan narasi yang dapat dimengerti tanpa harus berpikir keras, para pembaca dapat dengan mudah menikmati ceritanya. Akan tetapi di balik itu semua, … Lanjutkan membaca Apa yang Membuat Kita Pensiun Dini?