Kunang-Kunang dan Dongeng Sebelum Tidur

Kontributor: Cita

[Apresiasi untuk cerpen “Memori Kunang-Kunang” karya Hege]

Berlibur ke rumah nenek (atau kakek) adalah sesuatu yang menyenangkan. Kata-kata tersebut seakan wajib menjadi judul dalam karangan anak-anak setelah liburan sekolah. Begitu pula yang dialami tokoh utama dalam cerpen ini. Adi sedang berlibur di rumah kakek. Sudah seminggu ia menghabiskan liburannya di situ.

Suasana di rumah kakek ini terasa sangat damai. Paragraf pembuka sudah menyuguhkan perasaan tentram.

ADI mengenyakkan diri di kursi tempat sang kakek duduk sepanjang sore hingga malam menjelang. Ladang jagung di depan rumah diliputi kegelapan dengan suara-suara nyanyian malam tanpa henti. Tak terasa seminggu sudah Adi menghabiskan liburannya di rumah itu. Rumah yang mengingatkannya akan masa-masa yang hangat dan menyenangkan.

Secara langsung dituliskan bahwa rumah tersebut “rumah yang mengingatkannya akan masa-masa yang hangat dan menyenangkan”. Secara tidak langsung dari kegiatan Adi yang mengenyakkan diri di kursi, sambil melihat ladang jagung di depan rumah dengan suara-suara nyanyian malam tanpa henti.

Apalagi yang lebih damai daripada itu?

Kemudian ada tokoh kakek. Sang kakek di sini tampil sebagai tokoh bijaksana. Sosok tokoh ini terasa benar-benar bijak, sudah makan banyak asam garam. Hal ini tergambar dari suara hingga perbuatan kakek tersebut.

“Bagaimana keadaanmu, Adi?” tanya sang kakek lembut. Jika ada hal yang paling menenangkan di dunia, begitulah suara itu.

Pemunculan konflik terasa begitu halus, tidak tiba-tiba. Awalnya pembaca melihat Adi yang seperti sedang bersedih. Adi merindukan ayahnya. Kemudian sang kakek mengalihkan perhatian cucunya. Seakan berkata, ada banyak hal yang menarik di dunia ini, masih banyak hal-hal yang indah. Dalam cerpen ini, hal tersebut adalah kunang-kunang.

“Oh ya, coba lihat ke sana!” tunjuk kakeknya ke arah ladang yang dihiasi beberapa titik cahaya berterbangan.

Sayangnya kunang-kunang yang berterbangan itu justru membuat Adi semakin merindukan ayahnya. Banyak kenangan tentang sang ayah yang berhubungan dengan kunang-kunang. Dari toples kaca yang berisi hewan bercahaya tersebut, sampai ke sebuah dongeng sebelum tidur.

“Aku rindu ayah,” isak Adi, menangis lagi. “Aku ingat ayah menangkap beberapa kunang-kunang dan menaruhnya dalam toples kaca. Aku tidur dengan mereka bekerlap-kerlip di samping ranjang. Dan ayah menceritakanku dongeng tentang dua kelinci yang melihat batu bercahaya di tengah hutan. Cerita itu indah sekali.”

Sang kakek menceritakan dongeng itu kembali, dengan syarat cucunya tidak menangis. Tentu saja Adi mau mendengarkannya – dan berjanji akan mendengarkannya tanpa menangis. Apalagi kakeknya menceritakan dengan versi lain, jadi makin tertariklah ia.

Kemudian mengalirlah dongeng tentang batu bercahaya tersebut. Dalam kegiatan ini, tidak hanya kakek yang aktif berbicara. Terjadi interaksi dua arah antara Adi dan kakeknya. Interaksi keduanya terasa begitu alami dan mulus.

Seperti seorang anak pada umumnya, Adi juga memiliki keingintahuan yang tinggi, sehingga dongeng sempat terputus di tengah. Sang kakek tidak memaksa meneruskan cerita hingga Adi bertanya lagi. Lagipula tujuan utama sang kakek bukan untuk menyampaikan dongeng tersebut. Sang kakek hanya ingin menyampaikan sesuatu kepada cucunya tersebut.

Kegiatan mendongeng sebelum tidur mungkin sudah jarang ada sekarang ini. Padahal, kegiatan ini memiliki banyak hal positif. Mulai dari pengembangan kedekatan pendongeng (biasanya orang tua) dengan anak, hingga penyampaian pesan moral. Dengan dongeng, anak tak merasa digurui, karena mereka ikut merasakan kejadian-kejadian dalam dongeng.

Seperti Adi, yang mengamalkan kata-kata kakek dalam dongeng tersebut di kalimat penutup cerpen ini.

 

Cita Pratiwi, ingin semua orang membaca cerpen yang diulas terlebih dahulu supaya lebih berkesan, email: citapratiwika@gmail.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s