Drama Rawon dan Secarik Kertas yang Keinjek*

Kontributor: Adhyasta D. Gaspard [Apresiasi untuk cerpen "Cerita Tahlilan" karya M. Shofyan Dwi Kurniawan di Femina Fiction.]   Cerita diawali dengan suasana rumah Kumala yang dipenuhi laki-laki, lalu pindah ke dapur dengan perempuan yang memasak makanan. Terjadi pembicaraan antara Kumala si tuan rumah dengan tetangganya Bu Liesta tentang rawon, suami, siapa yang lebih menderita perempuan … Lanjutkan membaca Drama Rawon dan Secarik Kertas yang Keinjek*

Iklan

Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang

  Kontributor: Azura [Apresiasi untuk kumpulan cerpen Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang karya Guntur Alam (penerbit Gramedia Pustaka Utama, cetakan pertama, Agustus 2015)]     “Jangan jatuh tertidur, Bujang! Bulan pucat tengah penuh. Mengembang di kelam raya. Bila kau pantang, kau akan bangun esok paginya dengan dunia pekat selama-lamanya!” –Magi Perempuan dan Malam Kunang-kunang, hlm. 19   … Lanjutkan membaca Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang

Potret KDRT dalam Gambar-gambar Radian

Kontributor: Ristirianto Adi [Apresiasi untuk cerpen “Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Radian” oleh Avianti Armand]   Konflik dalam rumah tangga sudah bukan barang yang baru lagi. Kekerasan suami pada istri telah berulangkali dieksplorasi, dimanipulasi, bahkan dieksploitasi (!), dalam film, novel, juga sinetron . Tak dipungkiri lagi, memang KDRT adalah realita yang umum terjadi di … Lanjutkan membaca Potret KDRT dalam Gambar-gambar Radian

Madre

  Kontributor: Nycto [Apresiasi untuk cerpen “Madre” karya Dee Lestari pada bukunya, “Madre”] Madre itu tentang ibu.   Sudah sejak dulu saya tertarik untuk membeli buku ini, hanya keraguan yang menahan saya meletakkan buku ini ke atas meja kasir. Dan saya tidak menyesal telah membelinya. Saya tidak membahas keseluruhan bukunya, hanya pada salah satu cerpennya … Lanjutkan membaca Madre

Kepada Penyair

Kontributor : Vinett Apresiasi untuk cerpen "Sebotol Hujan untuk Sapardi" karya Joko Pinurbo dalam Kompas, 7 Juni 2015 Entah apa hubungan antara Joko Pinurbo dan Sapardi Djoko Damono selain pertemanan yang terjalin dalam satu komunitas Utan Kayu, dalam sebuah buku puisi Joko Pinurbo, penyair hujan tersebut menuliskan catatan khusus buatnya. Mungkin Jokpin punya kekaguman tertentu hingga membuatnya … Lanjutkan membaca Kepada Penyair

Perempuan Versus Perempuan

Kontributor : Dayzky  Apresiasi untuk cerpen “Matahari Melahap Madu” karya Danarto dalam Matra, September 1990  Cerpen ini mengisahkan perseteruan antara dua perempuan--ibu dan anak--melalui sudut pandang narator orang pertama laki-laki, yang merupakan suami dari si ibu atau sebut saja Istri, sekalian ayah dari si anak yang bernama Putri. Perseteruan itu sudah dimulai sejak Putri berada … Lanjutkan membaca Perempuan Versus Perempuan

Jatuh Cinta di Toko Bunga

  Kontributor : Nine Apresiasi untuk cerpen "Bersiap Kecewa Bersedih tanpa Kata-kata" karya Putu Wijaya dalam Kompas, 17 Juli 2011 SEBAB sebuah cerpen adalah cerita yang pendek, seringkali kita menemukan penulis yang memasukkan simbol-simbol di dalamnya untuk membuat pembaca berpikir lalu mulai menarik benang merah yang ada di dalam cerpen tersebut. Saya mengenal hal ini dengan … Lanjutkan membaca Jatuh Cinta di Toko Bunga

Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara

Kontributor : Azura Apresiasi untuk kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri karya Bernard Batubara (penerbit Gagasmedia, cetakan pertama, 2014). Ulasan ini sebelumnya dimuat di sini. “Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Untuk hal itu, aku setuju.” –Jatuh Cinta adalah Cara … Lanjutkan membaca Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara

Di Ujung

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Hari Tua" karya Lina Chan dalam Republika, 4 November 2012 Bagaimana hari tua Anda kelak, sebentar lagi, sekarang? Pertanyaan tersebut muncul ke permukaan setelah saya membaca cerpen karya Lina Chan tersebut, disusul pertanyaan lain yang lebih ke arah subjektif. Dalam cerpen ini kita diajak menyelami tokoh tua renta yang … Lanjutkan membaca Di Ujung

Cerpen

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Mudik" karya Lie Charlie dalam Kompas, 13 November 2011 Cerpen adalah cerpen, baik tanpa alur atau konflik. Kita letakkan sejenak unsur-unsur yang membangun cerpen, seperti duduk di halaman rumah sambil menikmati bintang-bintang, tanpa harus peduli pada dering ponsel pintar, yang meraung-raung karena ada pesan, atau sekadar like, bukan panggilan … Lanjutkan membaca Cerpen