Di Ujung

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Hari Tua" karya Lina Chan dalam Republika, 4 November 2012 Bagaimana hari tua Anda kelak, sebentar lagi, sekarang? Pertanyaan tersebut muncul ke permukaan setelah saya membaca cerpen karya Lina Chan tersebut, disusul pertanyaan lain yang lebih ke arah subjektif. Dalam cerpen ini kita diajak menyelami tokoh tua renta yang … Lanjutkan membaca Di Ujung

Gerimis Senja di Praha

Kontributor: Liesl [Apresiasi untuk cerpen 'Gerimis Senja di Praha' karya Eep Saefulloh Fatah] Cerpen ini menceritakan tentang pertemuan seseorang dengan wanita cantik di Praha bernama Elena. Perjumpaan mereka berawal di sebuah monumen tidak populer karya Olbram Zoubek yang dibangun setelah runtuhnya komunisme di Ceko, berisi pesan kebusukan komunisme yang menawarkan kekayaan dengan harga yang terlalu mahal. … Lanjutkan membaca Gerimis Senja di Praha

Tenggelam dalam Satu Pelukan di Pagi Hari

Kontributor: Cita Pratiwi [Apresiasi untuk cerpen 'Satu Pelukan Asagao' karya duniamimpigie] Salah satu cerita pendek kesukaan saya di situs kemudian.com. Bukan hanya karena saya menyukai hal-hal yang berbau Jepang, melainkan juga karena cerita ini sangat keren. Pertama kali membacanya, tak ada yang dapat saya lakukan selain terhanyut. Penceritaannya mengalir, membuat yang membaca terbawa ke dalamnya. … Lanjutkan membaca Tenggelam dalam Satu Pelukan di Pagi Hari

Mata Lilin

Kontributor: AN [Apresiasi CERPEN NUKILA AMAL; “SYAM, BUKAN MATAHARI" terbit di Koran Tempo 29 Januari 2012] Ketika kita membicarakan tentang cahaya, secara tidak langsung kita sedang membicarakan tentang kegelapan. Dalam berbagai cerita fiksi, keduanya kerap disandingkan sebagai dua musuh bebuyutan yang selalu bersitegang. Cahaya diibaratkan sebagai perlambang kebenaran sementara gelap dinobatkan sebagai wakil dari kejahatan. … Lanjutkan membaca Mata Lilin