Yang Penting Usaha

Kontributor: Cita [Apresiasi untuk cerpen "Simpul Tali yang Artistik" karya Arki Atsema]   Hidup bertetangga ada pahit manisnya. Ketidakpedulian sekaligus keingintahuan akan orang sebelah bercampur menjadi satu. Inilah salah satu dari potongan kehidupan yang ingin disampaikan penulis, Arki Atsema, dalam cerpen berjudul Simpul Tali yang Artistik. Tersebutlah ada dua orang pemuda, bernama Zul dan Marin, … Lanjutkan membaca Yang Penting Usaha

Jatuh Cinta di Toko Bunga

  Kontributor : Nine Apresiasi untuk cerpen "Bersiap Kecewa Bersedih tanpa Kata-kata" karya Putu Wijaya dalam Kompas, 17 Juli 2011 SEBAB sebuah cerpen adalah cerita yang pendek, seringkali kita menemukan penulis yang memasukkan simbol-simbol di dalamnya untuk membuat pembaca berpikir lalu mulai menarik benang merah yang ada di dalam cerpen tersebut. Saya mengenal hal ini dengan … Lanjutkan membaca Jatuh Cinta di Toko Bunga

Cerpen

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Mudik" karya Lie Charlie dalam Kompas, 13 November 2011 Cerpen adalah cerpen, baik tanpa alur atau konflik. Kita letakkan sejenak unsur-unsur yang membangun cerpen, seperti duduk di halaman rumah sambil menikmati bintang-bintang, tanpa harus peduli pada dering ponsel pintar, yang meraung-raung karena ada pesan, atau sekadar like, bukan panggilan … Lanjutkan membaca Cerpen

Lara yang Sempurna

Kontributor : Vinett Apresiasi untuk cerpen "Sempurna" karya Avianti Armand dalam Koran Tempo, 30 Januari 2011 Namanya Lara, dan ia semacam terobsesi dengan kesempurnaan. Sebab demikian yang dituntut orang tuanya semenjak kecil. Perkenalan saya dengan Avianti Armand belum lama ketika seorang teman merekomendasikan cerpennya berjudul "Perempuan Pertama", yang mengambil kisah dari Kitab Kejadian tentang kejatuhan manusia pertama … Lanjutkan membaca Lara yang Sempurna

Ayah yang Merindukan Kabah

Kontributor : Cita Pratiwi Apresiasi untuk cerpen "Siluet Kabah" karya N. Mursidi dalam Tabloid Nova 1227/XXIV, 29 Agustus – 4 September 2011 Sebagai warga kecil yang tak punya kekuasaan apa-apa, terpaksa sang Ayah memendam nafsu sucinya untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Sudah mengikuti arisan, tak dapat giliran, dan para ahli waris orang-orang yang sudah berpulang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban. “Sayangnya, arisan … Lanjutkan membaca Ayah yang Merindukan Kabah