Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara

Kontributor : Azura Apresiasi untuk kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri karya Bernard Batubara (penerbit Gagasmedia, cetakan pertama, 2014). Ulasan ini sebelumnya dimuat di sini. “Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Untuk hal itu, aku setuju.” –Jatuh Cinta adalah Cara … Lanjutkan membaca Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri – Bernard Batubara

Iklan

Menikmati “Lari” dalam Cerpen

Kontributor : Cita Pratiwi Apresiasi untuk cerpen "Lari" karya Kinsia  Masalah pemilihan jurusan sangat sering atau bisa dibilang pasti terjadi di kalangan anak SMA yang akan lanjut kuliah. Sebegitu seringnya masalah ini terjadi sampai-sampai dijadikan cerpen oleh penulisnya, Kinsia. Memang bukan sebagai masalah utama, melainkan mendukung isi cerita. Ishka, seorang siswi SMA tingkat akhir merupakan anak … Lanjutkan membaca Menikmati “Lari” dalam Cerpen

Di Ujung

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Hari Tua" karya Lina Chan dalam Republika, 4 November 2012 Bagaimana hari tua Anda kelak, sebentar lagi, sekarang? Pertanyaan tersebut muncul ke permukaan setelah saya membaca cerpen karya Lina Chan tersebut, disusul pertanyaan lain yang lebih ke arah subjektif. Dalam cerpen ini kita diajak menyelami tokoh tua renta yang … Lanjutkan membaca Di Ujung

Amanat Cerpen

Kontributor : Dayzky Apresiasi untuk cerpen “Guci” karya Ch. Kasintoe dalam Femina, 6-12 Mei 1999 Wiwid mendapat guci dari mertuanya. Ia tidak suka guci itu, terlebih mertuanya itu selama ini tidak begitu akur dengannya. Mertuanya tipe wanita tradisional yang mementingkan kerapian, kebersihan, dan keteraturan, sedangkan Wiwid tipe wanita seniman yang dulu pernah bersekolah seni rupa … Lanjutkan membaca Amanat Cerpen

Cerpen

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Mudik" karya Lie Charlie dalam Kompas, 13 November 2011 Cerpen adalah cerpen, baik tanpa alur atau konflik. Kita letakkan sejenak unsur-unsur yang membangun cerpen, seperti duduk di halaman rumah sambil menikmati bintang-bintang, tanpa harus peduli pada dering ponsel pintar, yang meraung-raung karena ada pesan, atau sekadar like, bukan panggilan … Lanjutkan membaca Cerpen

Lara yang Sempurna

Kontributor : Vinett Apresiasi untuk cerpen "Sempurna" karya Avianti Armand dalam Koran Tempo, 30 Januari 2011 Namanya Lara, dan ia semacam terobsesi dengan kesempurnaan. Sebab demikian yang dituntut orang tuanya semenjak kecil. Perkenalan saya dengan Avianti Armand belum lama ketika seorang teman merekomendasikan cerpennya berjudul "Perempuan Pertama", yang mengambil kisah dari Kitab Kejadian tentang kejatuhan manusia pertama … Lanjutkan membaca Lara yang Sempurna

Bermain dengan Anak Kecil yang Sudah Dewasa

Kontributor : Adhyasta D. Gaspard Apresiasi untuk cerpen "Mikael" karya miss worm dalam Kemudian.com, 30 Mei 2008 Anak kecil itu lucu, menggemaskan, dan tingkah polanya selalu menimbulkan tawa, kecuali saat ia sedang rewel atau sakit. Begitulah pikiran sebagian besar orang, apalagi yang sudah mempunyai anak. Kebetulan saya punya kemenakan berumur 1 tahun lebih, jadi saya rasa … Lanjutkan membaca Bermain dengan Anak Kecil yang Sudah Dewasa

Boneka Kura-kura dan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Kontributor: Ristirianto Adi Apresiasi untuk cerpen “Kereta Kura-kura” oleh Citapraaa di Kemudian.com tanggal 22 Agustus 2014 (baca di sini) Gaya yang melompat-lompat sepertinya sudah menjadi ciri khas dari penulis, sepaket dengan kecenderungannya dalam meminimalisir deskripsi latar dan suasana. Beberapa orang mungkin akan menganggap ceritanya kabur dan membingungkan, yang lain akan mengatakan gaya seperti ini asyik … Lanjutkan membaca Boneka Kura-kura dan Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Gerimis Senja di Praha

Kontributor: Liesl [Apresiasi untuk cerpen 'Gerimis Senja di Praha' karya Eep Saefulloh Fatah] Cerpen ini menceritakan tentang pertemuan seseorang dengan wanita cantik di Praha bernama Elena. Perjumpaan mereka berawal di sebuah monumen tidak populer karya Olbram Zoubek yang dibangun setelah runtuhnya komunisme di Ceko, berisi pesan kebusukan komunisme yang menawarkan kekayaan dengan harga yang terlalu mahal. … Lanjutkan membaca Gerimis Senja di Praha

Susu

Kontributor: Hidden  [APRESIASI UNTUK CERPEN ‘SUSU‘ KARYA THIYA RAHMAH] Secangkir susu terhidang di atas meja. Berwarna putih dan berbentuk silinder mengikuti wadah kacanya; tinggi dan langsing. Uap-uap halus transparan masih berhembus di atasnya. Menandakan minuman tersebut nyaman diminum. Di sini kita bisa melihat narasi yang menggoda bagi melihatnya. Thiya berhasil membuat sebuah alur yang membuat pembacanya … Lanjutkan membaca Susu